Sabtu, 27 Juli 2013

SILATURAHMI ATAU SILATURAHIM


Ketika stasiun televisi
banyak dihiasi dengan berita mudik, lalu lintas di jalan raya semakin padat, dan banyak orang berjubel di terminal, stasiun maupun pelabuhan, ini semua menjadi pemandangan tahunan menjelang dan seusai lebaran. Mudik merupakan suatu tradisi unik bagi negara kita tercinta Indonesia. Bahkan mudik menjadi ciri khas Indonesia ketika hari raya Idul Fitri. Kita tidak akan menjumpai kebiasaan ini di negara-negara islam  lainnya. Di sana tidak ada tradisi berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Bahkan setelah shalat Idul Fitri pun tidak ditemukan kebiasan saling berkunjung ke rumah tetangga atau kerabat. Entah mulai kapan munculnya kebiasaan mudik ini. Alhasil banyak orang menempuk jarak ratusan bahkan ribuan kilo hanya demi bisa berkumpul kembali dengan sanak keluarga dan kerabat. Meskipun tidak sedikit korban jiwa maupun fisik karena kecelakaan ketika perjalanan.
Apakah semua pemudik kembali ke rumah mereka dengan tujuan yang sama. Ataukah mereka pulang hanya sekedar melapas rindu pada kampung halaman dan orang-orang disekitarnya. Mungkin saja mereka berniat demikian. Bahkan bisa jadi sebagian dari mereka pulang hanya ingin memamerkan dirinya yang sudah sukses di perantauan. Tentu hal ini jauh dari esensi dari mudik. Sebenarnya mudik merupakan momen tepat untuk menyambung kekeluargaan, kekerabatan dan persaudaraan. Jadi silaturahmi-lah yang harusnya menjadi tujuan utama dari mudik.
Silaturahmi atau silaturahim merupakan kata yang sudah familier di telinga kita. Akan tetapi manakah yang benar antara silaturahmi dan silaturahim, hal ini layak dikaji. Patut diketahui bahwasanya kata ini terambil dari bahasa arab, Shilah yang berarti 'menyambung' dan Rahmi berarti 'rahim' atau 'peranakan', sedangkan Rahim memiliki arti 'kerabat'. Dari sini kita bisa tahu bahwa silaturahim lebih tepat karena berarti 'menyambung kekerabatan'. Sedangkan silaturahmi memiliki arti 'menyambung rahim atau peranakan'. Akan tetapi bisa jadi kata silaturahmi ada benarnya, karena orang yang menyambung kekerabatan seakan akan telah menyambung peranakannya dikarenakan mereka berasal dari satu peranakan. Kata yang terakhir inilah yang menjadi baku di Indonesia, karena kata ini yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Buah Manis Silaturahmi
Semua tahu bahwa reuni, halal bi halal, dan saling memaafkan adalah tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari liburan lebaran Idul Fitri. Karena hal itu semua merupakan salah satu dari sekian bentuk silaturahmi.  Tapi apakah mereka tahu hasil yang bisa diambil dari silaturahmi itu. Mari kita telusuri apa saja faedah dari silaturahmi.
a. memperpanjang umur, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis shahih. Mungkin sudah banyak yang tahu jika salah satu manfaat silaturahmi memperpanjang ajal kematian. Dengan silaturahmi kita akan mendapatkan doa dari sesama.   
b. melapangkan rezeki, dengan bersilaturahmi kita akan mendapatkan bantuan dari sesama. Teman atau kerabat tentunya akan senang jika kita kunjungi.
c.  menambah kecintaan dalam suatu keluarga dan kekerabatan. Rasa cinta akan semakin tumbuh cepat jika selalu dipupuk dengan silaturahmi.               
d. menyambung tali kasih Allah swt, karena Allah swt berjanji akan menyambung tali kasih-Nya dengan orang-orang yang menyambung tali kasih dengan sesama.
e. menanam rasa kasih sayang terhadap sesama, karena silaturahmi menjadi benih dari kasih sayang.
f. lebih cepat mendapat balasan atau pahala, entah balasan itu bersifat materiil maupun moril.
g. mengantarkan pada husnul khatimah.
h. terhindar dari mushibah.
Ini adalah sebagian hasil yang kita dapatkan dari silaturahmi. Tentunya masih banyak faedah-faedah lain yang kita petik.

Sudah jelas kiranya jika silaturahmi adalah salah satu kebajikan yang dianjurkan oleh Allah swt. Di momen yang sangat tepat ini mari kita manfaatkan waktu kita untuk bersilaturahmi dengan kerabat, tetangga, sahabat, dan sesama lainnya. Semoga Allah swt senantiasa memberikan keberkahan dalam hidup kita dengan bersilaturahmi.              
Poskan Komentar