Kamis, 10 Oktober 2013

Dzulhijah Bulan Mulya


Dzulhijah merupakan bulan mulya dan termasuk dari asyhurul hurum. Pada bulan ini juga menjadi
waktu pelaksanakan salah satu rukun islam, yakni haji. Jika sesuatu yang dimulyakan Allah sudah barang tentu memiliki keutamaan, kebaikan dan keberkahan. Sehingga panjatan doa-doa semakin mudah untuk dikabulkan. Apalagi Allah swt bersumpah dengan beberapa hari dari bulan ini di dalam al-Quran ;
والفجر وليال عشر
Demi fajar dan demi sepuluh malam pertama dari bulan dzulhijjah
Banyak perberbedaan penafsiran di kalangan mufasirin mengenai ayat ini. Sebagian menafsiri 'fajar setiap hari'. Menurut As-Suyuthi, 'fajar pada hari pertama bulan Muharam' karena menjadi permulaan dari hari-hari dalam satu tahun. Sedangkan yang lain berpendapat 'fajar pada hari raya kurban', karena pada hari itu mayoritas ritual haji dilaksanakan dan banyaknya orang beribadah. Ada yang mengatakan 'fajar pada hari pertama bulan Dzulhijah' karena masuk dalam sepuluh malam Dzulhijah yang dimulyakan. Adapun pendapat mayoritas ialah 'fajar hari arafah'.
Sepuluh malam pada ayat diatas juga banyak penafsiran. As-Suyuthi berpendapat bahwa sepuluh malam itu adalah 'sepuluh malam pertama Dzulhijah'.  Penafsiran ini menjadi pendapat mayoritas mufasirin sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafidz Muhammad bin Nasir al-Din al-Dimasyqi al-Syafi'I dalam risalahnya. Ada juga pendapat yang mengatakan 'sepuluh malam terakhir Ramadan'. Pendapat yang terakhir menafsiri dengan 'sepuluh malam pertama Muharam'. Perlu dicermati bahwa kata wa layaalin 'asyr menggunakan bentuk nakirah. Hal ini mengindikasikan sepuluh malam itu menjadi malam-malam terbaik dalam setahun.
Keutamaan sepuluh malam pertama dzulhijah memang sudah tidak diragukan lagi. Selain karena memuat hari tarwiyah, arafah dan idul adha, juga karena beberapa hadits yang menguatkan seperti,
((ما من أيام أفضل عند الله من عشر ذي الحجة ولا ليال أفضل من ليالهن)) .....
Tidak ada hari yang lebih utama ketimbang sepuluh hari pertama Dzulhijah. Juga tidak ada malam yang lebih baik ketimbang sepuluh malam pertama Dzulhijah.
Sudah diketahui bahwa Dzulhijah menjadi bulan pamungkas pada kalender hijriah sekaligus penutup dari tiga bulan haji yang disebutkan dalam QS al-Baqarah, 197. Tiga bulan itu mencakup bulan Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijah.   
Diriwayatkan dari Ibnu Abas ra, (( tidak ada hari yang lebih baik dari sepuluh hari pertama Dzulhijah. Pada hari tersebut perbanyaklah bacaan tahlil dan takbir. Karena hari itu harinya tahlil, takbir dan berdzikir)).  
Keutamaan bulan ini tidak hanya disitu saja. Puasa sehari saja menandingi puasa satu tahun penuh. Beramal saleh pun dilipatgandakan menjadi 700 kali. Juga terkabulnya seluruh panjatan doa pada sepuluh hari itu sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits. Karena salah satu dari sepuluh hari itu menjadi hari terbaik dalam satu tahun, yaitu hari arafah.          

          
Poskan Komentar