Sabtu, 26 Januari 2013


[Enter Post Title Here]


KEBERADAAN BAHASA INDONESIA ILMIAH

Makalah ini disusun guna menjalankan tugas kelompok pada semester pertama
Dosen Pendamping : Sunarto, MP.d

Description: D:\Logo Al Hikam.jpg

Silahul Mukminin
Mursyid Adi Syaputra
Mahmudi Abdillah
Ali Fitriana Rahmat

Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran Al-Hikam
Depok Jawa Barat
2012
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………... 1
BAB I  PENDAHULUAN …………………………………………………………….… 2
BAB II  INTI PEMBAHASAN …………….…………………………………………….. 3
A. Keberadaan Bahasa Indonesia Ilmiah ………………………………………….. 3
B. Pengertian Bahasa Indonesia Ilmiah ……………………………………………. 3
C. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Ilmiah …………………………………………..….. 4
BAB III  PENUTUP …………………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………… 10



BAB I
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah terbentuk kurang lebih satu abad. Peristiwa Sumpah Pemuda-lah yang menjadi pencetus lahirnya bahasa Indonesia. Kala itu, pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda bersepakat menobatkan bahasa Melayu Tinggi sebagai Bahasa Indonesia. Dari sini kita tahu bahwa bahasa nasional kita telah ada sebelum munculnya proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Perlu kita ketahui, Bahasa Indonesia memiliki berbagai macam ragam. Mulai dari ragam bahasa jurnalis yang digunakan berbagai alat media. Ragam bahasa sastra pun tak luput menjadi makanan keseharian bagi para sastrawan dan budawayan.  Sampai  ragam bahasa ilmiah yang sangat dibutuhkan bagi para akademisi dan para penggelut berbagai disiplin ilmu pengetahuan dalam penulisan karya ilmiah mereka. Setiap ragam bahasa bahasa memilki ciri khas gaya bahasa masing-masing. Kami disini akan sedikit mengupas tentang ragam bahasa ilmiah.  
Dalam mencermati aspek kebahasaan, terutama pada ragam bahasa ilmiah, seorang penulis akan dihadapkan pada berbagai masalah. Seperti masalah ketepatan ejaan,asas, kualiatas ,efektivitas dan jadwal, bukan asas kwalitas, efektifitas, jadual ,atau ketepatan tanda baca. Sebagaimana telah diketahui, karya ilmiah berhubungan terutama dengan bahasa tulis merupakan hasil olah pikir yang memerlukan kecerdasan dan kecermatan. Kecerdasan dan kecermatan berpikir  itu hendaknya juga tercermin  dalam  pemakaian bahasanya.
Bahasa merupakan kunci untuk membuka khazanah pengetahuan..Hanya dengan bahasa-lah kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun bahasa Indonesia  sudah berperan sebagaimu alat persatuan tetapi belum belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengharuskan kita menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesaia. Dengan adanya  informasi ilmiah dalam bahasa Indonesia tersebut, pasti akan ada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah. Bahasa dipakai sebagai alat mengungkap gagasan dan pikiran. Dengan begitu, bahasa adalah alat komunikasi sekaligus alat untuk memahami isi dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi antar- orang, termasuk komunikasi ilmuan terhadap fenomena alam dan fenomena kebudayaan.
BAB II
KEBERADAAN BAHASA INDONESIA ILMIAH
A.  Pengertian Bahasa Indonesia Ilmiah
Bahasa Indonesia Ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Sebagai kegiatan yang bersifat resmi, ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ragam bahasa Indonesia baku. Jadi, bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia baku yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar.[1]
Meski sama-sama baku, tetapi ada perbedaan dalam penggunaan Bahasa Indonesia baku untuk kegiatan kenegaran dengan untuk kegiatan ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah, penggunaan Bahasa Indonesia yang baku harus sesuai dengan sifat keilmuan yang meliputi: benar, logis, cermat dan sistematis.[2] Selain itu, menurut Nazar (2004: 8), penggunaan Bahasa Indonesia dalam kegiatan ilmiah, baik apakah itu dalam bentuk tulis maupun lisan, yang juga harus diperhatikan adalah kelengkapan, kecermatan, dan kejelasan pengungkapan ide.[3] Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya salah tafsir dalam kegiatan ilmiah.
Mengingat peranan bahasa ilmiah sangat penting dalam ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia dalam tulisan ini mempunyai fungsi yang sangat penting, karena bahasa merupakan media pengungkap gagasan penulis.[4] Jadi setiap tulisan ilmiah dapat dipastikan menggunakan bahasa ilmiah, kecuali bagi pemula yang belum mengenal pengertian dan ciri bahasa Indonesia ilmiah. Oleh karena itu Bahasa Indonesia yang digunakan  di dalam tulisan ilmiah tidak selalu baku dan benar, banyak kesalahan sering muncul dalam tulisan ilmiah.[5]
                                     
B.                 Ciri-ciri bahasa Indonesia ilmiah
Ciri-ciri Bahasa Ilmiah Berbagai ketentuan yang sepatutnya diperhatikan oleh penyusun karya tulis ilmiah agar karya tulisnya komunitatif, karya tulis ilmiah itu harus memenuhi kriteria logis, sistematis, dan lugas. Karya tulis ilmiah disebut logis jika keterangan yang dikemukakan dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal. Karya tulis ilmiah disebut sistematis jika keterangan yang ditulis dan disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan. Karya tulis ilmiah disebut lugas jika keterangan yang diuraikan disajikan dalam bahasa yang langsung menunjukkan persoalan dan tidak bertele-tele.[6]

            R. Soedradjad menyebutkan beberapa ciri ragam Bahasa Ilmiah dalam tulisannya seperti dibawah ini[7]:
a)    Cendekia
Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama, sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca.
Contoh-1 : Penyimpulan, Pemaparan, pembuatan, dan pembahasan.
Contoh-2: Simpulan, paparan, buatan, dan bahasan.
Keterangan : Kata pada contoh-1 menunjukkan suatu proses, sedangkan pada contoh-2 menunjukkan suatu hasil. Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah, dapat menggunakan kata dalam dua contoh tersebut. Tetapi pada contoh-2 lebih cendekia.

b)   Lugas
Paparan bahasa yang lugas akan menghindarkan kesalah-pahaman serta kesalahan menafsirkan isi kalimat. Serta penulisan yang bernada sastra perlu dihindari.
Contoh 1:
Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang tidak dapat dikatakan ringan, sehingga kemampuan berpikirnya menjadi berada di awang-awang.
Contoh 2:
Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang berat sehingga kemampuan berpikirnya menjadi menurun.

c)    Jelas
Gagasan akan mudah dipaham apabila : (1) dituangkan dalam bahasa yang jelas dan (2) hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lain juga jelas. Kalimat yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang panjang.

d)   Formal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata dan kalimat.

Bandingkan Contoh berikut:
Kata Formal                                        Kata Non Formal
a.    Wanita                                            a. Cewek
b.   Daripada                                         b. Ketimbang
c.    Hanya                                             c. Cuma
d.   Membuat                                        d. Bikin
                   
Tulisan ilmiah termasuk kategori paparan yang bersifat teknis.
Contoh:
Kata ilmiah teknis                               Kata ilmiah populer
a.    Modern                                           a. Maju
b.   Informasi                                        b. Keterangan
c.    Sinopsis                                          c. Ringkasan

   Bentukan kata yang formal adalah bentukan kata yang lengkap dan utuh sesuai dengan aturan pembetukan kata dalam Bahasa Indonesia.
Contoh:
Bentukan Kata Bernada Formal         Bentukan Kata Bernada Non-Formal
a.       Menulis                                               a. Nulis
b.      Mendengarkan                                                b. Dengarkan
c.       Mendapat                                            d. Dapat

Kalimat formal dalam tulisan ilmiah memiliki ciri yaitu; kelengkapan unsur wajib (subyek dan predikat), ketepatan penggunaan kata fungsi atau kata tugas, isi tulisan yang dapat dinalar, dan tampilan esai formal. Sebuah kalimat dalam tulisan ilmiah setidak-tidaknya memiliki subyek dan predikat.
Contoh:
a.       Apabila tanaman kekurangan unsur nitrogen, maka tanaman tersebut akan mengalami khlorosis.
b.      Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen akan mengalami khlorosis.



e)   Obyektif
Bahasa sifat obyektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak, tetapi juga digunakan dalam penggunaan kata.
Contoh-1: Mahasiswa baru wajib mengikuti program pengenalan program studi di fakultasnya masing-masing.
Contoh-2: Mahasiswa baru mengikuti program pengenalan program studi di fakultasnya masing-masing.

Kata yang menunjukkan sikap ekstrem dapat memberi kesan subyektif dan emosional. Kata seperti harus, wajib, tidak  mungkin tidak, pasti, dan selalu itu semua harus dihindari.

f)    Konsisten
Unsur bahasa, tanda baca, dan istilah tertentu, harus digunakan secara konsisten.
Contoh-1:
Untuk mengatasi bahaya kelaparan pada musim kemarau 2001, masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan beras dengan sistem diversifikasi pangan dan menggalakan kembali lumbung desa.
Contoh-2:
Untuk bahaya kelaparan pada musim kemarau 2001, telah disiapkan program ketahanan pangan. Masyarakat dihimbau untuk melakukan diversifikasi pangan dan menggalakan lumbung desa.

g)   Bertolak dari gagasan
Bahasa ilmiah digunakan dengan orientasi gagasan. Pilihan kalimat yang lebih cocok adalah  dari penulis sebagai pelaku perlu dihindari.



Contoh-1:
Penulis menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akara tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor dan nitrogen.
Contoh-2:
Hasil penilitian menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akar tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur  hara fosfor dan nitrogen.

h)   Ringkas dan Padat
Ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yang diungkapkan dengan unsur-unsur bahasa. Karena itu, jika gagasan yang terungkap sudah memadai dengan unsur bahasa yang terbatas tanpa pemborosan, maka ciri kepadatan sudah terpenuhi. Keringkasan dan kepadatan penggunaan bahsa tulisan ilmiah juga ditandai dengan tidak adanya kalimat atau paragraph yang berlebihan dalam tulisan.[8]
Contoh : “Tulisan ini (dilakukan dengan maksud) membahas kecenderungan peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2006”
Keterangan : kata-kata yang di dalam kurung sebaiknya dihilangkan.

            Kesalahan penggunaan Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah pada umumnya berkaitan dengan kesalahan penalaran, kerancuan, pemborosan, ketidak lengkapan kalimat, kesalahan kalimat pasif, kesalahan ejaan dan kesalahan pengembangan paragraf.[9]



PENUTUP
Bahasa merupakan media penyalur bagi berbagai informasi maupun pengetahuan. Tak terkecuali apapun dan dari mana asal bahasa itu. Terutama bahasa nasional kita, yaitu bahasa Indonesia yang memiliki berbagai ragam dan jenis. Salah satunya diantaranya ialah bahasa ilmiah.
Seorang akademisi, ilmuwan, dan para penggelut di bidang pendidikan perlu mengetahui dan menguasai bahasa Indonesia ilmiah. Seakan-akan mereka dituntut untuk mampu meng-eksplor ilmu mereka melalui tulisan dan karya yang tentunya menggunakan bahasa Indonesia ilmiah.
Rukun dan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penulis agar tulisannya dapat berbahasa ilmiah yaitu; cendekia, jelas, lugas, formal,obyektif, konsisten, bertolak dari gagasan, serta ringkas dan padat.
Hal yang perlu diingat ialah kemahiran berbahasa dan menulis berawal dari kebiasaan. Seseorang yang terbiasa menulis dengan bahasa baik dan benar maka ia tidak akan kesulitan dalam menulis dengan baik. Ini semua harus didahului dengan praktek secara langsung. Semoga kita dapat menjadi penulis dengan bahasa ilmiah yang baik dan benar.

Nomor halaman tidak ada dlm daftar pustaka dan daftar isi, daftar isi = romawi
Nomor halaman pada bab dibawah yang lain diatas,, okeeee




DAFTAR PUSTAKA

http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/ciri-ciri-bahasa-ilmiah.html Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia, pada Pukul 13.49 Rabo, 24 Oktober 2012.
Soedradjad, R.  “Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah” (  TTP : TP, TT )
Tjahyadi, Indra. Keberadaan Bahasa Indonesia Ilmiah”  (  TTP : TP, TT )






[1]Indra Tjahyadi, S.S_Keberadaan Bahasa Indonesia Ilmiah
[2] Indra Tjah yadi, S.S_Keberadaan Bahasa  Indonesia Ilmiah
[3]  Indra Tjahyadi, S.S_Keberadaan Bhasa Indonesia Ilmiah
[4] Tulisan oleh : R. Soedradjad/Bab III : Bahasa Indonesia dalam Tulisan Ilmiah
[5] Tulisan oleh : R. Soedradjad/Bab III : Bahasa Indonesia dalam Tulisan Ilmiah

[6]http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/ciri-ciri-bahasa-ilmiah.html Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

[7] R. Soedradjad/Bab III: Bahasa Indonesia dalam tulisan ilmiah
[8]http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/ciri-ciri-bahasa-ilmiah.html Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

[9] R. Soedradjad/Bab III : Bahasa Indonesia dalam  tulisan  ilmiah
Poskan Komentar