Sabtu, 23 Februari 2013

Mabadi al-asyarah fi al-Qiraat


Hirzul Amaanii karya Al-Imam As-Syathibii telah diterima oleh mayoritas ulama. Syarh dari kitab ini telah mencapai 60 an kitab. As-Syathibii ialah seorang ahli sastra dan bahasa arab. Bahkan beliau radhiyallahu ‘anhu termasuk wali dari awliyaalaah meski beliau seorang yang buta. Pada suatu saat seorang murid beliau ingin mengaji dengan beliau. Akan tetapi beliau enggan untuk mengajarinya mengaji. Singkat cerita, ternyata orang tadi berhadast besar dan belum mandi. Kitab hirzul amaanii adalah kitab yang menjadi pegangan dalam disiplin ilmu qiroat di seluruh negara islam sebagaimana alfiyah ibnu malik dalam ilmu nahwu

3 tingkatan materi
1. Menghafal Al-Qur’an
2. Nadzm As-Syathibii
3. Praktek membaca

من رام فنّا فليقدّم أوّلا    #    علما بحدّه وموضوع تلا
وواضع ونسبة وما استمد   #   منه وفضله وحكم يعتمد
واسم وما أفاد والمسائل   #   فتلك عشر للمنى والسائل

Ilmu qiroat ialah ilmu untuk mengetahui tata cara mengucapkan lafadz-lafadz Al-Quran dan perbedaan-perbedaannya dari perowi.
Sasarannya : lafadz-lafadz Al-Quran
Pencetusnya : Ulama qiroat yang meriwayatkan dari Nabi saw.
Hubungan dengan disiplin ilmu lain : التميّز والخدمة لألفاظ القرأن
Sumber : dari para perowi qiroat
Keistimewaan :  menjaga keotentikan teks-teks Al-Quran dari pemalsuan
mengetahui kemukjizatannya dengan perbedaan gaya bahasa (uslub)
termasuk dari khazanah ilmu  dari suku-suku arab
termasuk sumber dari ilmu nahwu menurut sebagian riwayat
dapat mengetahui qiroat yang shahih dan tidaknya.
Faedah : dapat mendekatkan diri kepada Allah dan banyak membawa Al-Quran dengan   berbagai riwayat

Poskan Komentar