Senin, 12 November 2012

Renungan Akhir Tahun


Rasanya baru kemarin kita berpuasa Ramadhan, orang-orang berduyun-duyun pergi ke masjid guna menjalankan shalat tarawih. Dan 'Idul Fitri lewat begitu saja, tanpa terasa kita sudah berada di penghujung bulan terakhir dari kalender tahun hijriah, yaitu bulan Dzulhijjah.
Sepertinya gema takbir pada hari raya 'Idul Adha masih terngiang-ngiang di telinga kita, tetapi bulan Muharram siap menyambut kita.
Tahun baru telah menanti umat islam. Wahai saudara, apa saja yang telah kita perbuat pada satu tahun ini ?. Apakah kita sudah menjalankan semua perintah Allah swt dengan baik ?. Bagaimana shalat kita? Sudahkah kita khusyuk ketika shalat?. Apakah kita berpuasa selama ini hanya merasakan lapar dan dahaga saja ?.  Wahai para pencari ilmu, apa saja ilmu yang telah kau dapatkan ?, bertambahkah dekat dengan Allah swt dengan ilmumu atau semakin jauh dariNya ?. Wahai para harta, mana saja hartamu yang telah engkau belanjakan dijalan Allah swt ?. Sudah sepantasnya kita semua merenungi hal  itu selama nafas ini masih berhembus.
Kehidupan manusia dituntut memiliki peningkatan setiap waktunya. Alangkah ruginya jika seorang anak Adam kehilangan barang berharga setelah ia mendapatkannya dengan susah payah. Begitu juga dengan amal ibadah ataupun akhlaq yang sudah kita jalankan, tak sepantasnya amal dan akhlaq itu semakin berkurang atau bahkan hilang sama sekali, na'udzu billah min dzalik. Sebagaimana kata-kata hikmah yang sudah tidak asing bagi telinga kita, yakni ; "seseorang yang harinya lebih buruk dari hari kemarin ia adalah orang yang terkutuk".  Paling tidak amal maupun akhlaq kita jangan sampai semakin berkurang ataupun memburuk. Meski hal ini masih tergolong orang yang merugi. " Seseorang yang kualitas harinya seperti hari kemarin dan tidak ada peningkatan sama sekali maka ia termasuk orang yang rugi.
            Di detik-detik terakhir tahun ini, hendaknya kita merenung dengan cara bertobat dari segala dosa yang telah kita perbuat selama tahun ini. Dengan ber-introspeksi diri kita akan menyadari betapa banyak kekurangan kita sebagai hamba Tuhan yang lemah. Mari kita tutup ketidak sempurnaan dalam ibadah dengan bertaubat. Kita tebus dosa dan kesalahan kita dengan bertaubat pada Allah swt.
                Pada momen yang sangat tepat ini banyak para ulama  melakukan beberapa ritual dalam rangka untuk bertaubat dan mohon ampun kepada Allah swt agar kedepannya mereka bias lebih baik dalam beribadah maupun bermasyarakat. Paling tidak mereka berpuasa pada hari akhir tahun dan awal tahun berdasarkan hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-'Asqalani dari Hafshah ;  
((من صام آخر يوم من ذي الحجة وأوّل يوم من المحرّم جعله الله تعالى له كفارة خمسين سنة، وصوم يوم من المحرم بصوم ثلاثين يومًا))
"Orang yang berpuasa pada hari akhir bulan Dzulhijjah dan awal bulan Muharram, Allah swt akan melebur dosanya  50 tahun. Berpuasa sehari pada bulan Muharram dapat melebur dosa 30 hari"[1]
            Para ulama salaf telah mengajarkan tradisi yang baik dengan menganjurkan umat islam untuk berdo'a akhir tahun ketika selesai menunaikan shalat 'Ashar pada hari akhir tahun. Dan juga do'a awal tahun ketika selesai melaksanakan shalat Maghrib. Dibawah ini do'a akhir tahun dan awal tahun, semoga bermanfa'at di dunia maupun akhirat. Amin.
Do'a Akhir Tahun
بسم الله الرحمن الرحيم. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم (اللهم) ما عملتُ من عملٍ في السنة الماضية ولم تَرضَه، ونسيته ولم تنسَه، وحلُمتَ عني مع قدرتك على عقوبتي؛ ودعوتني إلى التوبة بعد جراءتي عليك (اللهم) إني أستغفرك منه فاغفر لي (اللهم) وما عملتُ من عمل ترضاه ووعدتني عليه الثواب والغفران فتقبّله منّي، ولا تقطع رجائي منك يا كريمُ يا أرحم الراحمين؛ وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
*Dibaca sebanyak tiga kali[2]
Do'a Awal Tahun
بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين (اللهم) صل على سيدنا محمد صلاة تملأ خزائن الله نورًا، وتكون لنا وللمؤمنين فرجا وفرحا وسرورا، وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا. (اللهم) أنت الأبديّ القديم الأول، وعلى فضلك العظيم وكريم جودك العميم المعوّل، وهذا عام جديد قد أقبل، أسألك العصمة فيه من الشيطان وأوليائه، والعون على هذه النفس الأمّارة بالسوء، والاشتغال بما يقرّبني إليك زلفى، يا ذا الجلال والإكرام، وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
*Dibaca sebanyak tiga kali[3]
   



1 كنز النجاح والسرور, عبد الحميد قدس. ص 12
[2] كنز النجاح والسرور, عبد الحميد قدس. ص 106
[3] كنز النجاح والسرور, عبد الحميد قدس. ص 14
Poskan Komentar